All Post

Memproses Informasi dengan Berpiki Kritis

Irvan Ahmad Prasetya · Jul 10, 2026

Proses berpikir kritis terjadi di mode sistem 2. Mode sistem 2 berperan penting untuk melengkapi kecerobohan mode sistem 1 dalam berpikir, karena dapat melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh mode sistem 1. Diantaranya 3 hal paling utama adalah berpikir secara logis & analitis, membuat rencana terstuktur, dan kontrol diri.

Logis dan Analitis

Sebagai contoh coba jawab pertanyaan dibawah.

Jika harga soto dan es teh adalah Rp. 12.000. Sementara harga soto lebih mahal Rp. 10.000 daripada harga es teh. Berapakah harga es teh?

Kalau kita menjawab harga es teh adalah Rp. 2000, maka jawabannya salah. Rp. 2000 adalah hasil dengan perhitungan menggunakan mode sistem 1 atau mode cepat.

Sementara kalau kita menggunakan sistem 2 yang menggunakan proses berpikir logis dan analitis kita bisa mendapatkan jawaban yang benar. Kita bisa mencoba-coba atau bisa juga mengubahnya ke dalam bentuk matematis. Contohnya adalah seperti dibawah.

x + 10.000 + x = 12.000
x + x = 12.000 - 10.000
2x = 2.000
x = 1.000

Contoh diatas adalah contoh dimana mode sistem 1 gagal memproses informasi.

Membuat Rencana Terstruktur

Kita pasti pernah mengalami planning fallacy, yaitu suatu kondisi dimana kita cenderung untuk memberikan estimasi lebih rendah pada waktu, biaya, atau sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Contohnya adalah ketika kita ingin mengerjakan suatu tugas. Lalu kita mengestimasikan tugasnya akan selesai dalam waktu 30 menit. Setelah dikerjakan ternyata perlu waktu 1 jam untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Kesalahan membuat estimasi baik waktu maupun biaya bisa saja lebih buruk untuk hal-hal yang lebih besar, seperti membangun rumah, gedung, atau proyek pemerintah.

Planning fallacy disebabkan karena beberapa hal, diantaranya adalah optimisme yang berlebihan dan kurang memperhatikan faktor-faktor yang menjadi hambatan. Planning fallacy dapat terjadi pada individu maupun pada lembaga.

Kurang memperhatikan kondisi masa depan dan kurangnya rencana terstruktur adalah salah satu kekurangan dari mode sistem 1 bekerja. Hal tersebut dapat diatasi dengan mode sistem 2, yaitu berhenti sejenak dan membuat perkiraan yang lebih realistis. Misalnya saja dengan melihat data historis untuk membangun rumah atau data ketika kita atau orang lain mengerjakan tugas yang sama.

Kontrol Diri

Mode sistem 1 bersifat autopilot dan penuh refleks. Contohnya ketika kita terus-menerus scroll media sosial atau saat kita sudah makan sebelumnya tapi kita tetap makan mie karena merasa lapar saat melihat orang makan mie. Padalah scroll sosial media atau makan terus menerus tidak baik. Karena sistem 1 tidak peduli apakah entah itu baik atau buruk karena sifatnya yang autopilot.

Disinilah sistem 2 berperan. Tidak seperti sistem 1 yang bersifat autopilot atau penuh refleks, sistem 2 berperan menjadi kontrol. Sistem 1 hanya fokus ke tujuan sesaat, sementara sistem 2 dapat membantu mengontrol diri untuk mengingatkan tujuan jangka panjang kita.

Ketiga hal tersebut menunjukan pentingnya mode sistem 2 untuk melengkapi mode sistem 1. Karena itu kita perlu menggunakan mode sistem 2 secara lebih efektif.

Rangkaian tulisan ini dibuat berdasarkan Critical Thinking Course yang diambil dari channel Youtube Fajrul Fx. Saya sangat merekomendasikan menonton videonya untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dan lengkap.

Referensi