All Post

Menerapkan Critical Thinking

Irvan Ahmad Prasetya · Jul 16, 2026

Setelah memahami dasar-dasar dan prinsip dalam proses berpikir yang ada di otak kita, sekarang kita akan membahas penerapan critical thinking.

Kunci utama dalam proses critical thinking adalah kita harus melatih mode sistem 2, karena secara bawaan otak kita bekerja secara autopilot (mode sistem 1). Jika dibutuhkan kita harus “mengaktifkan” mode sistem 2.

Untuk melatih critical thinking kita dapat menggunakan 4 prinsip utama yang dapat dilakukan untuk melatih critical thinking.

Question Everything

Prinsip pertama adalah question everything atau pertanyakan segala hal. Kita dapat melatih proses berpikir kritis dengan cara mempertanyakan informasi yang kita terima. Jangan langsung menganggap informasi yang kita terima pasti benar, meskipun informasi disampaikan oleh media besar, orang berpengaruh, dan sebagainya. Karena bisa saja informasi yang kita terima salah.

Kenali Bias

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas beberapa contoh bias dan kita harus sadar kalau bias pasti ada. Dengan menyadari kalau bias ada kita harus memproses informasi dengan melepas bias.

Contohnya adalah anggapan seperti tidak perlu kuliah untuk menjadi sukses dengan memberi contoh Bill Gates, Steve Jobs, dan lainnya yang tetap sukses meski mereka dropout. Informasi itu mengandung survivorship bias, karena memang mereka dapat sukses meski mereka dropout, tapi pasti ada jauh lebih banyak yang tidak sesukses mereka. Dan jangan lupa mereka dropout dari universitas ternama dimana untuk bisa diterima disana saja sudah sulit.

Develop Mindset of Curiosity

Prinsip ketiga adalah develop mindset of curiosity atau memiliki pola pikir yang selalu ingin tau. Artinya kita perlu menjadi orang yang selalu penasaran dan selalu kritis pada hal-hal yang ada disekitar kita yang seringnya kita abaikan.

Contohnya saat kita pergi ke minimarket dan melihat wadah minuman ada yang kaleng dan ada botol plastik. Kita dapat merasa penasaran dan mencoba memikirkannya sebelum mencari search engine atau bertanya ke AI. Dari situ kita dapat melatih critical thinking karena rasa ingin tau dengan pertanyaan berjenjang.

Contohnya kenapa beberapa minuman menggunakan wadah kaleng, bukan plastik? Misalnya karena wadah kaleng memberi sensasi lebih segar ketika dingin, lebih cepat dingin, dan lebih efektif memberi efek segar untuk minuman bersoda. Lalu buat pertanyaan lain dan menjawabnya seperti kenapa wadah kaleng lebih cepat dingan? Misalnya karena kaleng lebih mudah menghantarkan panas.

Dengan pola pikir yang selalu ingin tau kita dapat terus bertanya, memikirkan, dan mendapatkan jawaban. Hal ini dapat melatih critical thinking. Hanya saja tidak semua perlu dipikir secara mendalam dan mencari tau, kita harus menyesuaikan dengan kapasitas diri.

Cultivating Open-Mindedness

Prinsip terakhir adalah membiasakan berpikiran terbuka. Kita mungkin memiliki pemahaman dan keyakinan sendiri atas suatu informasi, hal ini bagus karena berarti kita sudah secara mandiri memiliki pemikiran sendiri.

Hanya saja yang perlu ingat bahwa bisa saja pemahaman yang kita punya keliru. Mungkin ada informasi lain yang lebih tepat. Jadi kita tidak boleh sombong dengan otak kita sendiri. Kenyataan hidup tidak hanya hitam dan putih, banyak keputusan besar, dan perspektif yang mendalam yang terbentuk dari mendengarkan sisi-sisi yang berbeda. Tanpa berpikiran terbuka kita hanya terjebak keyakinan lama yang dapat menghambat perkembangan kita.

Keempat hal tersebut adalah 4 prinsip critical thinking. Meski kita sudah tau mengenai critical thinking tidak akan membuat kita langsung paham dan ahli melakukan critical thinking. Skill crtitical thinking tidak bisa langsung didapat hanya dengan membaca atau menonton video. Kita perlu mempraktikan prinsip-prinsip critical thinking.

Rangkaian tulisan ini dibuat berdasarkan Critical Thinking Course yang diambil dari channel Youtube Fajrul Fx. Saya sangat merekomendasikan menonton videonya untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dan lengkap.

Referensi