All Post

Mitos yang Harus Kita Tinggalkan

Irvan Ahmad Prasetya · Jun 24, 2026

Sebelum kita masuk ke pembahasan cara belajar efektif, kita perlu membahas mitos atau keyakinan yang dapat menghambat proses belajar kita.

Kecerdasan Seseorang Bersifat Tetap

Sebagian orang berpikir bahwa kemampuan otak terbatas. Kalau kalian percaya hal tersebut, kalian perlu mengubah pemikiran kalian. Karena berdasarkan penelitian ilmiah otak memiliki sifat neuroplasticity. Yaitu perubahan pada otak ketika kita berlatih, belajar, dan menambah pengalamanan.

Perubahan tersebut dibuktikan oleh Eleanor Maguire, seorang ahli otak asal Inggris pada penelitiannya di tahun 2000an. Beliau meneliti sopir taxi di London, sebuah kota dengan jalanan yang rumit dengan banyak belokan, perempatan, dan sering membuat turis tersesat. Ilmuan tersebut menemukan bahwa semakin lama sopir bekerja di London menyebabkan bagian otak yang bertanggung jawab terhadap spasial semakin membesar.

Hal itu konsisten pada bidang lain, seperti pada pemain biola, pembaca huruf brail, dan sebagainya. Bagian tertentu pada otak mereka berubah seiring dengan seberapa sering mereka berlatih. Bahkan meski kita sudah beranjak dewasa kemampuan neuroplasticity tetap terjadi.

Kecerdasan Adalah Bawaan Dari Lahir

Genetik dari masing-masing orang memang berbeda. Tapi, apakah genetik dapat menentukan kepintaran dan kesuksesan seseorang? Pertanyaan tersebut dapat terjawab oleh penelitian Lewis Terman.

Pada tahun 1920 seorang ilmuan bernama Lewis Terman melakukan penelitian besar-besaran yang memerlukan waktu hingga puluhan tahun. Beliau mencari dan mengikuti perkembangan hidup 1.500 anak yang dianggap jenius atau memiliki genetik unggul selama bertahun-tahun. Anak-anak tersebut pastinya diharapkan menjadi sukses di masa depan.

Tapi keistimewaan anak-anak tersebut mulai memudar saat mereka dewasa. Secara rata-rata karir mereka memang cukup bagus, bahkan di awal karir mereka memiliki kenaikan yang lebih cepat. Tapi mereka bukan yang terbaik di bidangnya dan karir dapat disusul oleh orang-orang lainnya.

Yang lebih menarik ada beberapa anak yang awalnya ditolak oleh Lewis Terman karena dianggap genetiknya kurang bagus dan kurang jenius. Ternyata ketika dewasa mereka malah menjadi seseorang ahli dan mendapatkan nobel ketika dewasa. Beliau adalah William Shockley pemenemu transistor. Ada juga anak-anak lain yang awalnya dianggap tidak layak untuk masuk study justru menjadi seorang ahli tingkat dunia.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa genetik memang berpengaruh pada kehidupan seseorang, tapi genetik hanya bersifat potensi. Orang dengan genetik bagus dapat disalip orang dengan genetik yang tidak sebaik dirinya. Yang lebih penting adalah seberapa tekun dan intens latihan seseorang.

Penutup

Dari dua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan dapat berubah dan genetik hanya bersifat potensi.

Rangkaian tulisan ini adalah rangkuman dari course “Cara Belajar Efektif dan Menjadi Jenius!” dari channel Youtube Fajrul Fx, seorang Science Communicator. Saya sangat merekomendasikan course tersebut bagi teman-teman yang ingin memahami topik ini lebih mendalam.

Referensi